SI TOLOL memperhatikan seekor unta yang sedang makan rumput. Katanya kepada binatang itu, “Tampangmu mencong. Kenapa begitu?”
Unta menjawab, “Dalam menilai kesan yang timbul, kau mengaitkan
kesalahan dengan hal yang mewujudkan bentuk. Hati-hatilah terhadap hal
itu! Jangan menganggap wajahku yang buruk sebagai suatu kesalahan.
Pergi kau menjauh dariku, ambil jalan lintas. Tampangku mengandung arti
tertentu, punya alasan tertentu. Busur memerlukan yang lurus dan yang
bengkok, pegangannya dan talinya.”
Orang tolol, enyahlah: “Pemahaman keledai sesuai dengan sifat keledai.”
Catatan
Maulana Majdud, yang dikenal sebagai Hakim Sanai, Sang Bijak Yang
Gilang Gemilang dari Ghaznas menghasilkan banyak karangan mengenai tak
bisa dipercayanya kesan subyektif dan penilaian bersyarat.
Salah satu petuahnya adalah, “Pada cermin rusak dalam fikiranmu, bidadari bisa tampak mempunyai wajah setan.”
Kisah perumpamaan itu dipetik dari Taman Kebenaran yang Berpagar, yang ditulis sekitar tahun 1130.
Sabtu, 06 Desember 2014
Si Tolol dan Unta yang Sedang Makan Rumput
Posted by Redaksi on 11.17 in kisah teladan | Comments : 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Posting Komentar